Pengumuman Calon Penerima Hibah Liputan Kritis atas Isu Kesehatan

Pindai dan Forum Peduli Kesehatan Rakyat telah memutuskan sepuluh pelamar yang lolos seleksi hibah liputan isu kesehatan. Masing-masing dari mereka akan menerima dana peliputan dan penulisan senilai Rp 10 juta. Kesepuluh pelamar ini dinilai secara definitif sebagai penerima hibah bila mengikuti seluruh rangkaian kegiatan program.

Sebagian pelamar mengajukan lebih dari satu topik liputan namun panitia hibah hanya memilih satu topik liputan yang dinilai memenuhi kriteria pertimbangan sebagaimana telah panitia umumkan lewat pendaftaran program. Kriteria itu termasuk kebaruan masalah, relevansi isu yang diangkat oleh pelamar memenuhi ekspektasi kepentingan publik, dan aspek jurnalistik lain macam kejelian pelamar sebagai wartawan melihat persoalan kesehatan secara struktural.

Nama sepuluh wartawan yang lolos seleksi berikut ini:

No

Nama Pelamar

Media Pelamar

Topik Liputan yang Disetujui Tim Seleksi

1

Amin Fauzi

Koran Seputar Indonesia Jawa Tengah

Minimnya bangsal pasien miskin di sejumlah rumah sakit di kota Semarang.

2

Ardyan M. Erlangga

Merdeka.com (Jakarta)

Serbuan farmasi asing lewat pelonggaran Daftar Negatif Investasi.

3

Bambang Muryanto

The Jakarta Post (Yogyakarta)

Buruknya sistem jaminan kesehatan yang membikin terlambat pencairan klaim asuransi kesehatan di rumah sakit di Yogyakarta.

4

Eko Widianto

Tempo (Malang)

Penolakan sejumlah dokter di Malang menangani peserta Jaminan Kesehatan Nasional dan sejumlah rumah sakit mengabaikan pasien kronis serta mendorong praktik komersialisasi operasi caesar.

5

Evilin Falanta

KBR 68H (Jakarta)

Permainan dokter dengan industri farmasi dalam praktik pemberian obat kepada pasien.

6

Indriani

Antara (Tangerang)

Kongkalikong bidan dan dokter dalam proses persalinan ibu melahirkan.

7

Maulina Siregar

Tribun Medan

Jamkesmas jadi tambang emas rumah sakit di Medan.

8

Nurul Mahmudah

Tempo (Jakarta)

Tarik ulur kebijakan standar obat antara pemerintah, BPJS dan industri farmasi.

9

Reni Susanti

Inilahkoran.com (Bandung)

Komersialisasi kesehatan lewat sejumlah rumah sakit di Bandung yang menolak pasien dengan alasan melebihi pembiayaan dari sistem baru BPJS.

10

Yodie Hardiyan

Bisnis Indonesia (Jakarta)

Industri asuransi dan pertanggungan HIV/AIDS.

Baca lebih lanjut

Tema Fellowship PINDAI

“Mengkritisi Kebijakan atau Pelayanan Kesehatan Masyarakat di Indonesia”

Pelamar fellowship dapat membuat usulan topik liputan dengan mengacu minimal satu topik berikut:

  • Komersialisasi kesehatan
  • Mafia asuransi
  • Mafia farmasi
  • Hubungan Depkes dan industri kesehatan
  • Kartel dokter
  • Serbuan farmasi impor, dll.

***

Kesehatan publik di Indonesia adalah mandat konsitusi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar dan Undang-Undang 12/2009, yang mewajibkan pemerintah memenuhi hak pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Amanat ini diantaranya telah dijalankan lewat program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) yang efektif sejak 2013 dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berlaku sejak tahun ini. Ia dinilai satu kemajuan dalam jaminan layanan kesehatan bagi rakyat, betapapun program-program itu masih menuai kritik, terutama layanan kesehatan ini masih dalam kerangka asuransi sehingga rakyat harus membayar iuran untuk memperoleh manfaatnya. Kritik lain soal pelaksanaan program mulai dari hal yang bersifat teknis-administratif hingga persoalan diskriminasi dan ketidakseriusan rumahsakit yang telah ditunjuk pemerintah sebagai mitra.

Persoalan layanan kesehatan, bagaimanapun, tak sebatas penyediaan program layanan kesehatan gratis yang sebenarnya juga tak sepenuhnya gratis mengingat masih adanya kewajiban iuran. Lebih dari itu, rakyat Indonesia masih menghadapi persoalan yang lebih mendasar: komersialisasi kesehatan, mafia farmasi dan asuransi, kartel dokter dan peralatan kesehatan hingga perspektif pemerintah (dalam hal ini kementerian kesehatan dan dinas-dinas kesehatan) yang tidak berorientasi pelayanan. Dengan kata lain, persoalan sistem layanan kesehatan Indonesia tidak semata persoalan biaya layanan kesehatan yang cukup diselesaikan melalui Jamkesmas atau JKN.

Fungsi pers—sebagai alat kontrol terhadap kekuasaan dan forum publik—sangat penting menyoroti masalah-masalah kesehatan yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini, melalui pelaporan secara mendalam, independen, bermartabat, utuh dan proporsional. Sikap kritis pers terhadap segala bentuk penyelewengan dari relasi-relasi kekuasaan baik oleh pemerintah, industri kesehatan, dan pihak-pihak dominan lain, dalam konteks ini, diharapkan tidak hanya meneropong persoalan-persoalan kesehatan yang bersifat permukaan, melainkan juga mampu mengungkap isu mendasar sehingga membuka mata publik tentang kebijakan, paradigma, dan hak atas kesehatan.

Syarat dan Ketentuan Fellowship PINDAI

  • Pelamar adalah wartawan dengan pengalaman kerja minimal satu tahun.
  • Pelamar bekerja di media cetak atau media daring nasional.
  • Pelamar wajib menyertakan Curriculum Vitae.
  • Pelamar dapat mengajukan maksimal 3 topik liputan namun hanya satu topik yang dipilih panitia untuk diberi dukungan biaya liputan.
  • Topik liputan telah disetujui redaktur halaman, redaktur rubrik, redaktur bidang atau redaktur lain yang berwenang untuk dimuat pada media tempat pelamar bekerja.
  • Pelamar mengisi dan mengirim formulir pendaftaran ke: hibah@pindai.org
  • Formulir dapat diunduh pada tautan ini.
  • Sepuluh wartawan yang lolos seleksi akan diumumkan melalui https://blogfpkr.wordpress.com/. Panitia juga akan menghubunginya melalui surat elektronik dan nomor telepon genggam pelamar.
  • Putusan tim seleksi bersifat mutlak dan tak dapat diganggu gugat.

Waktu Pelaksanaan Fellowship PINDAI

  • 20 Januari – 2 Februari 2014 : Pendaftaran Fellowship
  • 3 Februari – 8 Februari 2014 : Proses Kurasi
  • 9 Februari 2014 : Pengumuman Penerima Hibah
  • 10 Februari – 16 Februari 2014 : Mentoring Topik Liputan
  • 22 Februari 2014 : Orientasi dan Lokakarya
  • 24 Februari – 2 Maret 2014 : Peliputan
  • 3 Maret – 9 Maret 2014 : Penulisan dan Penyuntingan
  • 10 Maret – 16 Maret 2014 : Publikasi Liputan

Alur Program Fellowship PINDAI

  • Panitia membuka pendaftaran dan usulan topik bagi semua wartawan yang memenuhi syarat.
  • Panitia seleksi menentukan 10 usulan terbaik untuk diberi dukungan biaya liputan.
  • Selama satu minggu sejak diumumkan penerima hibah, 10 pelamar yang lolos akan didampingi oleh kedua mentor untuk proses penajaman topik dan pembuatan outline liputan, untuk kemudian mendapat persetujuan redaktur yang berwenang dan hasil liputannya nanti dimuat di media tempat penerima hibah bekerja. Selanjutnya, wartawan yang bersangkutan menandatangani kontrak dukungan liputan (fellowship).
  • Setiap pelamar terpilih mendapat hibah liputan sebesar Rp 10 juta.
  • 10 wartawan penerima hibah akan lebih dulu menerima orientasi dan lokakarya di Jakarta pada 22 Februari 2014.
  • 10 wartawan penerima hibah melakukan peliputan dan penulisan selama dua minggu sesudah menerima pembekalan dan lokakarya. Selama itu kedua mentor mendampingi mereka termasuk proses penyuntingan substansi dan bahasa sebelum diserahkan kepada redaksi masing-masing.

Hibah Liputan: Kerja Sama FPKR dan PINDAI

Poster-Hibah-Pindai-Fix-Lores

Forum Peduli Kesehatan Rakyat dan Pindai, organisasi yang menyediakan sokongan untuk para jurnalis di Indonesia, membuka program fellowship bagi para wartawan berupa hibah peliputan mendalam (in-depth reporting) mengenai isu kesehatan dengan mengkritisi kebijakan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Pelamar diwajibkan mengirim usulan topik liputan. Panitia akan memberikan dukungan biaya liputan bagi 10 usulan topik yang dianggap terbaik serta memenuhi syarat dan ketentuan. Baca lebih lanjut