Pengumuman Lomba Blog FPKR

Rangkaian proses lomba blog “Wajah Sistem dan Regulasi Kesehatan di Indonesia” dari pendaftaran dan penerimaan naskah, seleksi naskah, sampai penjurian resmi berakhir. Selama periode pendaftaran dan penerimaaan naskah tanggal 2-11 Desember 2013, tercatat 202 formulir pendaftaran dan penerimaan naskah yang diisi oleh blogger dari berbagai daerah telah diterima oleh panita. Setelah membaca dan menyeleksi semua naskah paada 12-17 Desember 2013, dewan juri memutuskan 3 pemenang utama dan 12 karya pilihan sebagai berikut:

Pemenang Utama

Juara 1 :
Nama        : Susanti
Judul Naskah    : Orang Sakit Boleh Miskin, Tapi Tidak Boleh Bodoh
Alamat Blog    : http://langit-amaravati.blogspot.com/2013/12/orang-sakit-boleh-miskin-tapi-tidak.html
Berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 5.000.000,-

Juara 2 :
Nama        : Bayu Setiawan
Judul Naskah    : Meraba Denyut Informasi Pelayanan Kesehatan
Alamat Blog    : http://sahadbayu.blogspot.com/2013/12/meraba-denyut-informasi-pelayanan.html
Berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 4.000.000,-

Juara 3 :
Nama        : Oryza Ardyansyah Wirawan
Judul Naskah    : Pengkhianatan Kaum Dokter
Alamat Blog    : http://manifesto-padi.blogspot.com/2008/08/pengkhianatan-kaum-dokter-sejak-lama.html
Berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp 3.000.000,- Baca lebih lanjut

Iklan

Tentang Lomba

Poster-Lomba-Blog-FPKR-30-Plus-Kecil

Harus diakui sistem kesehatan di Indonesia memiliki dua sisi yang kontras. Ibarat wajah, sistem ini menghadirkan wajah yang bopeng dan penuh luka, namun tetap memiliki bagian-bagian yang terjaga kehalusan dan kebersihannya. Mari tengok anggaran utuk kesehatan, sebagai contoh betapa bopeng dan luka menggerogoti sistem kesehatan di Indonesia.

Pada tahun 2014, Kementerian Kesehatan hanya mendapat Rp 44,9 triliun. Kalah jauh dibandingkan dengan anggaran untuk Kementerian Pertahanan yang mendapat anggaran sebesar Rp 83,4 triliun. Anggaran untuk kesehatan juga kalah sebesar Rp 4,7 triliun dengan anggaran untuk bidang agama, Kementerian Agama mendapat anggaran sebesar Rp 49,6 triliun. Ditambah dengan fasilitas kesehatan yang juga sangat buruk, terutama di daerah-daerah terpencil, hal tersebut membuktikan pemerintah Indonesia belum serius dalam menyikapi permasalahan kesehatan. Bopeng dan luka akan semakin terlihat saat mengingat biaya berobat yang teramat tinggi. Hingga ada slogan terkenal, “orang miskin dilarang sakit”.

Sekarang, mari kita tengok persebaran dokter yang sangat tidak merata. Saat ini jumlah dokter anggota Ikatan Dokter Indonesia sebanyak 111.574 orang. Dengan jumlah terbanyak ada di provinsi DKI Jakarta, yakni sebanyak 20.942 orang. Persebaran dokter yang tidak merata menjadikan cerita pasien terlantar bukan lagi cerita baru.

Menjelang akhir tahun 2013 ini, terjadilah salah satu peristiwa yang memicu kontroversi. Yakni pemogokan dokter di Indonesia sebagai bentuk solidaritas terhadap kasus yang menimpa Dr. Dewa Ayu Sasiari, SpOG, DR. Hendry Simanjutak, SpOG, dan dr. Hendy Siagian. Mereka, para serikat dokter, berkeras bahwa dokter tak seharusnya dikriminalisasi. Akibat mogok dokter nyaris di seluruh Indonesia ini, banyak pasien yang semakin terlantar. Bahkan ada salah satu pasien yang melahirkan di WC akibat tak ada dokter yang mengurusi persalinannya. Baca lebih lanjut

Tema Lomba

“Wajah Sistem dan Regulasi Kesehatan di Indonesia”

Tema Pilihan     :

  1. Praktik pelayanan kesehatan di Indonesia (pengalaman berhubungan dengan pelayanan kesehatan).
  2. Kisah-kisah inspiratif dari mereka yang berjuang di bidang kesehatan tanpa pamrih.
  3. Edukasi kesehatan sejak usia dini kepada masyarakat.
  4. Paradigma dokter Indonesia: antara usaha balik modal dan pengabdian.

Hadiah

  • Juara I : Uang sebesar Rp. 5.000.000,-
  • Juara II : Uang sebesar Rp. 4.000.000,-
  • Juara III : Uang sebesar Rp. 3.000.000,-
  • 12 Karya Pilihan : Masing-masing Rp. 1.500.000,-
  • Juara I,II,III dan 12 Karya Pilihan akan dibukukan. Setiap pemilik karya akan mendapatkan 10 eksemplar buku.

Ketentuan Lomba

  1. Lomba terbuka bagi masyarakat umum yang memiliki blog dan atau situsweb pribadi;
  2. Tidak dipungut biaya;
  3. Peserta harus mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba di sini;
  4. Karya tulis adalah hasil karya sendiri yang tidak menyinggung SARA dengan panjang tulisan minimal 1.000 kata;
  5. Dilarang keras melakukan plagiasi;
  6. Tulisan harus sesuai tema dan sub-tema;
  7. Tulisan harus dimuat di blog pribadi;
  8. Selain di blog pribadi, tulisan belum pernah diterbitkan sebelumnya;
  9. Di dalam blog yang mengikuti lomba, baik di dalam tulisan atau di widget blog, peserta harus memasang “WIDGET LOMBA” ini:  Widget Lomba Blog FPKR kecil yang diberi link menuju www.blogfpkr.wordpress.com;
  10. Setiap peserta boleh mengirim maksimal 2 karya tulisan;
  11. Panitia berhak mempublikasikan karya tulis dengan tetap mencantumkan nama penulis. Panitia dibebaskan dari tuntutan pihak ke-3 yang terkait di dalam karya esai;
  12. Dengan mengirimkan karya esai berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara lomba;
  13. Panitia berhak mendiskualifikasi peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan;
  14. Pemenang lomba akan diumumkan melalui blog www.blogfpkr.wordpress.com;
  15. Pajak hadiah (PPh) ditanggung oleh panitia penyelenggara lomba;
  16. Keputusan Dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat;
  17. Untuk informasi lomba, peserta dapat menghubungi panitia melalui email: kesehatan.rakyat@gmail.com atau ke akun Twitter @KesehatanRakyat;

PENDAFTARAN LOMBA (klik di sini)

Dewan Juri

  • Arlian Buana Chrissandi    : Penggagas muktamar Blogger NU dan aktivis di Surah Sastra.
  • Nuran Wibisono    : Blogger lepas, editor di http://www.minumkopi.com dan penulis buku “Dunia Iskandar”
  • Wisnu Prasetya Utomo    : Blogger dan penulis buku “Pers Mahasiswa Melawan Komersialisasi Pendidikan”